ADVERTISEMENTS

Senin, 21 Desember 2009

Prosedur Tindakan Terminasi Kehamilan

BATASAN
Terminasi kehamilan adalah  pengakhiran kehamilan dengan upaya pengeluaran buah kehamilan
Pengakirahn kehamilan harus dilakukan dengan indikasi tertentu, yaitu indikasi medis.
INDIKASI
• Abortus tertunda
• Telur kosong ( Blighted ovum )
• Mola hidatidosa
• Abortus insipiens
• Abortus inkomplit
• Ketuban pecah sebelum waktunya ( KPSW )
• Kehamilan lewat waktu
• Pertumbuhan janin terhambat ( PJT ) berat
• Kematian janin dalam rahim
• Indikasi ibu : penyakit yang membahayakan ibu apabila kehamilan diteruskan-seperti preeklampsi / eklampsi

Pengakhiran kehamilan sampai umur kehamilan 12 minggu :
Persiapan :
- Keadaan Umum memungkinkan : Hb > 10 gr%
- Pada abortus Febrilis : diberikan dulu antibiotika 3 hari baru akan dilakukan kuretase.tajam atau 6 jam
   bila akan dilakukan kuretase Vakum.
- Pada Abortus tertunda periksa juga : trombosit, waktu pembekuan ,waktu perdarahan dan waktu
  protrombin.

Tindakan :
• Kuretase vakum atau
• Dilatasi dan kuretasi
Pada kasus Mola hidatidosa : dilakukan kuretase vakum setelah KU memungkinkan
( lihat pengelolaan penyakit trofoblas )

Pengakhiran pada umur kehamilan 13 – 20 minggu :
Pemberian oksitosin - secara seri, oksitosin 2 unit intramuskuler diberikan setiap 30 menit maksimal pemberian 6 kali
Tetes oksitosin 10 unit dalam 500 cc dekstrose 5% mulai 20 tetes per menit maksimal 60 tetes per menit
Preparat prostaglandin, diberikan atas izin dan pengawasan spesialis
Untuk membantu pembukaan serviks dapat dilakukan pemasangan batang laminaria 12 jam sebelum pengakhiran kehamilan
Dilakukan kuretase bila masih terdapat sisa jaringan.

Pengakhiran pada umur kehamilan > 20 minggu :
Diberikan tetes oksitosin, 2 IU dalam 500 cc dekstrose 5% 20 tetes per meuit,dinaikkan 5 tetes per menit setiap 330 menit, maksimal 60 tetes per menit, kecuali pada  grandemuttipara 40 tetes per menit.

• Tetes oksitosin
  Cara : 2 IU oksitosin dalam 500 cc dekstrose 5 % 20 - 60 tetes permenit, 1 kali pemberian. Dilakukan 
  induksi persalinan keesokan harinya.
  Pemberian preparat prostaglandin, pada kasus - kasus tertentu dengan izin dan pengawasan dokter spesialis.
• Persalinan per abdominal dilakukan bila pervaginam tidak berhasil atau terdapat kontra indikasi persalinan
  pervaginam.

Catatan :
Untuk membantu pembukaan serviks dapat dilakukan :
1. Pemberian epidosin intramuskuler pada fase aktif dan his kuat
2. Pemberian dilakukan selang 1 jam, maksimal 3 kali pemberian
3. Pemasangan metrolisa

Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

ADVERTISEMENTS