ADVERTISEMENTS

Senin, 21 Desember 2009

Asfiksia Intra Uterin

BATASAN
Suatu keadaan kekurangan oksigen dan penimbunan karbondioksida yang
menyebabkan asidosis intrauterin akibat gangguan pertukaran gas melalui plasenta.

Klasifikasi
Akut : berupa episoda hipoksemia sementara yang tidak disertai asidosis.
Kronis: berupa hipoksemia menetap disertai asidosis metabolik atau respiratorik.

Etiologi
• lnsufisiensi utero plasenta (O68)
• Kompresi tali pusat (O69)
• Komplikasi janin misalnya akibat sepsis atau perdarahan (O67)

KRITERIA DIAGNOSIS
Kehamilan resiko tinggi
 • Asfiksia Akut :
Profil biofisik janin seperti gerakan nafas, gerakan tubuh, tonus fleksor
janin berkurang atau menghilang (gerak kurang dari 4x dalam 10 menit dengan alat kardiotokografi)
Ada kelainan NST dan OCT
Tanda-tanda gawat janin : bradikardia / takikardia
.Asfiksia kronis :
 Oligohidramnion
 Mekonium dalam cairan ketuban
 Sonografi Doppler : adanya pertumbuhan janin terhambat

DIAGNOSIS BANDING

Diagnosis banding dapat dilakukan dengan :

PEMERIKSAAN PENUNJANG
- Ultrasonografi dan Sonografi Doppler
- Kardiotokografi (CTG). NST dan OCT
- Amnioskopi
- Pengambilan contoh darah janin (fetal blood sampling)
KONSULTASI
- Dokter spesialis Perinatologi (kalau ada)

TERAPI
• Resusitasi intrauterin
   Pasien baring miring ke kiri untuk menghilangkan kompresi pada
  VC Inferior
  Obat tokolisis : Salbutamol 0.5 mg/IV atau Terbutalin sulfat 0.5 mg/IV
  O2 untuk ibu dan infus glukosa 5%
•   Pengakhiran kehamilan tergantung keadaan asfiksia dan keadaan janin
•   SC bila syarat partus pervaginam belum dipenuhi atau perlu waktu lebih
    dari 30 menit

Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

ADVERTISEMENTS